Kafilah Provinsi Kalimantan Timur kembali keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional. Pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, Kaltim mengoleksi 288 poin dan menempati posisi teratas dari seluruh cabang yang diperlombakan.
Hasil tersebut membuat Kalimantan Timur mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada MTQ Nasional XXX 2024 di Kalimantan Timur. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 208 poin, disusul DKI Jakarta dengan 129 poin.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas capaian Kaltim dalam ajang yang ditutup di Semarang, Sabtu (19/9) malam. Menurut dia, hasil tersebut menjadi capaian yang patut mendapat perhatian dari provinsi lain.
Kaltim juga memiliki peluang membawa pulang piala bergilir MTQ Nasional secara permanen. Syaratnya, kafilah Kaltim kembali menjadi juara pada MTQ Nasional XXXII yang akan digelar di Jakarta pada 2027.
"Apabila mampu dipertahankan maka piala bergilir ini berada permanen di Kaltim," kata Nasaruddin.
Menag menyebut keberhasilan para peserta merupakan hasil dari ketekunan, kedisiplinan, doa, serta proses pembinaan yang dilakukan dalam waktu panjang. Namun, dia mengingatkan bahwa gelar juara bukan menjadi akhir dari perjalanan para peserta.
"Namun, gelar juara bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar," ujarnya.
Nasaruddin juga meminta peserta yang belum meraih juara agar tidak berkecil hati. Ia menilai setiap proses yang dilakukan dalam mempelajari dan membaca Al-Qur'an tetap memiliki nilai.
"Di hadapan Al-Qur’an tidak ada ikhtiar yang sia-sia. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang dipelajari adalah amal yang bernilai," tuturnya.
Selain menekankan prestasi, Menag mengingatkan agar kompetisi MTQ tidak mengurangi semangat persaudaraan antarkafilah. Menurut dia, kemenangan maupun kekalahan tidak semestinya memutus hubungan persaudaraan.
"MTQ mempertemukan kita di dalam kompetisi, tetapi Al-Qur’an mempersatukan kita di dalam persaudaraan," ujar Nasaruddin.
Kaltim Pimpin 10 Besar
Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Syibli Syarjaya mengatakan, dewan hakim menetapkan 10 besar kafilah peserta MTQ Nasional 2026 di Semarang.
Selain Kaltim sebagai peringkat pertama dan Jawa Tengah di posisi kedua, Sumatera Utara dan Jawa Barat berada di peringkat ketiga bersama.
Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan, Banten, Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Penutupan MTQ Nasional XXXI turut dihadiri sejumlah gubernur dan wakil gubernur, termasuk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersama istrinya.
DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2027
MTQ Nasional XXXII dijadwalkan berlangsung di DKI Jakarta pada 2027. Penetapan tersebut disampaikan Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Taj Yasin berharap penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya dapat berlangsung lebih baik. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, kata dia, siap memberikan dukungan kepada DKI Jakarta sebagai tuan rumah.
"Amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-32 tahun 2027 diberikan kepada Provinsi DKI Jakarta. Semoga ke depan akan lebih baik lagi. Kami LPTQ Provinsi Jawa Tengah siap mendukung," ujar Taj Yasin.
Kata kunci: MTQ Nasional, Kalimantan Timur, Semarang
Social Header