MALANG — Pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat dilakukan Fauzan Mujahid, santri SMK Averroes Digital Islamic School. Ia mengembangkan aplikasi pengelolaan komunitas olahraga Muslim Bugar FC yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 100 anggota, sekaligus menyiapkan aplikasi pembelajaran Al-Qur’an bernama Tasdig.
Aplikasi Muslim Bugar FC dibuat untuk menyederhanakan pengelolaan kegiatan fun football. Sistem ini menyediakan sejumlah fitur, seperti pendataan anggota, penjadwalan pertandingan, pengelolaan kuota pemain, pengaturan keanggotaan prioritas, serta pembayaran biaya pertandingan.
Sebelum aplikasi tersebut tersedia, pengelola komunitas menggunakan grup WhatsApp untuk menerima pendaftaran. Proses itu kemudian beralih ke Google Forms, tetapi perkembangan jumlah anggota membuat pengelolaan secara terpisah semakin membutuhkan solusi yang lebih terarah.
Fauzan kemudian mengembangkan aplikasi khusus untuk mengakomodasi kebutuhan komunitas. Kehadirannya membantu pengurus dan founder Muslim Bugar FC dalam mengelola administrasi serta aktivitas pertandingan dengan lebih praktis.
Di luar proyek olahraga, Fauzan juga mengembangkan Tasdig (Tahsin Digital), sebuah aplikasi pembelajaran makhraj huruf hijaiyah. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap akhir pengembangan dengan menghadirkan materi belajar dan praktik pengucapan untuk membantu pengguna mempelajari pelafalan huruf hijaiyah.
Tasdig dikembangkan melalui kolaborasi dengan platform pembelajaran tahsin online @tahsindarirumah.id, yang dibina oleh Ustadz Yusufa Ichlasul Amal, Lc. Kerja sama ini menghubungkan keterampilan teknologi informasi dengan kebutuhan pembelajaran keagamaan.
Dua karya tersebut menunjukkan penerapan kemampuan digital dalam bidang yang berbeda. Aplikasi Muslim Bugar FC membantu pengelolaan kegiatan komunitas, sedangkan Tasdig dikembangkan sebagai sarana pendukung pembelajaran tahsin secara digital.
SMK Averroes Digital Islamic School mendorong pendekatan tersebut melalui semangat “Jiwanya Santri, Skillnya IT”. Prinsip ini menekankan pentingnya penguasaan teknologi yang disertai kontribusi nyata bagi masyarakat dan umat.
Kiprah Fauzan menjadi salah satu contoh bagaimana santri dapat mengambil peran dalam perkembangan teknologi. Melalui aplikasi yang dikembangkannya, kemampuan IT tidak hanya menjadi kompetensi teknis, tetapi juga sarana untuk membantu komunitas dan mendukung pendidikan Al-Qur’an.
Kata kunci: Fauzan Mujahid, Muslim Bugar FC, Tasdig

Social Header